Dok. Pembukaan Sekolah Fundraising

Semarang, 26 Januari 2026
Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Sekolah Amil Kelas Fundraising dengan tema Impact on Funding. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme amil dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan berdampak.

Sekolah Amil Kelas Fundraising 2026 diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari seluruh LAZISMU daerah se-Jawa Tengah serta perwakilan dari luar provinsi. Peserta lintas wilayah tersebut berasal dari Kalimantan Timur (6 orang), Kalimantan Selatan (1 orang), Sumatera Barat (1 orang), Belitung (3 orang), dan Gorontalo (1 orang). Kehadiran peserta dari berbagai wilayah ini menunjukkan komitmen bersama dalam penguatan kapasitas amil, khususnya pada bidang fundraising sebagai ujung tombak penghimpunan dana umat.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Hotel Candi Indah, Semarang, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta eksekutif LAZISMU dari berbagai daerah, baik dari Jawa Tengah maupun luar Jawa. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pusat, Ahmad Imam Nujadid Rais, M.IR. Dalam arahannya, Ahmad menekankan bahwa fokus Sekolah Amil selama dua hari ke depan adalah pada aspek tajdid (pembaruan) serta penguatan sumber daya manusia. Menurutnya, penguatan eksekutif melalui keilmuan yang mendalam merupakan kunci utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan donatur.

Fundraising merupakan garda terdepan dalam keseluruhan proses kerja LAZISMU. Mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 103, Ahmad menyampaikan bahwa tugas penghimpunan zakat bukan sekadar aktivitas teknis, tetapi juga amanah syariat yang memiliki dimensi spiritual dan sosial. Ayat tersebut menegaskan bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta muzaki serta menumbuhkan ketenteraman jiwa, baik bagi pemberi maupun penerima.

Lebih lanjut, Ahmad menegaskan bahwa seorang fundraiser LAZISMU harus mampu berbicara dan bertindak sebagai satu kesatuan yang utuh dalam memahami dan mengamalkan syariat Islam. Fundraiser tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan strategi penghimpunan dana, tetapi juga pemahaman keislaman yang kuat, integritas personal, serta keteladanan sikap. Oleh karena itu, Sekolah Amil Fundraising dinilai sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas dan sertifikasi para amil, khususnya dalam menghadapi dua peak season utama, yaitu Ramadan dan Iduladha 1447 H.

Ketua LAZISMU Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa LAZISMU sebagai lembaga filantropi Islam terus berupaya melakukan penguatan kelembagaan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, tantangan pengelolaan zakat yang semakin kompleks menuntut amil untuk terus beradaptasi, profesional, dan berorientasi pada dampak. Penguatan kemampuan fundraising menjadi kebutuhan mendesak agar proses penghimpunan dana umat dapat dilakukan secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa melalui Sekolah Amil Kelas Fundraising ini, para amil diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis penghimpunan dana, tetapi juga mampu membangun kepercayaan muzaki, menjaga akuntabilitas lembaga, serta memastikan bahwa dana yang terhimpun benar-benar memberikan dampak nyata bagi mustahik dan masyarakat luas. Pendekatan berbasis dampak (impact-based funding) menjadi salah satu fokus penting dalam pelatihan ini.

Pelatihan Sekolah Amil Kelas Fundraising ini merupakan bagian dari komitmen LAZISMU Jawa Tengah dalam menyiapkan amil yang amanah, profesional, dan berdaya saing. Selain Kelas Fundraising, peserta juga mendapatkan penguatan melalui Kelas Media yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik dan kredibilitas lembaga. Tim Media Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut hadir memberikan dukungan dan penguatan materi dalam kegiatan ini.

Melalui Sekolah Amil Fundraising 2026, LAZISMU Jawa Tengah berharap dapat melahirkan amil-amil yang tidak hanya militan dan progresif, tetapi juga kompeten dan tersertifikasi, sehingga mampu mencapai target penghimpunan yang telah ditetapkan serta memperkuat peran LAZISMU dalam mendukung pemberdayaan dan kemaslahatan umat secara berkelanjutan.

By susi

31 thoughts on “Lazismu Jawa Tengah Selenggarakan Sekolah Amil Fundraising Bertema Impact on Funding”
  1. **backbiome**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.

  2. **mounjaboost**

    MounjaBoost is a next-generation, plant-based supplement created to support metabolic activity, encourage natural fat utilization, and elevate daily energywithout extreme dieting or exhausting workout routines.

  3. **herpafend reviews**

    Herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus. It is designed to help reduce the intensity and frequency of flare-ups while supporting the bodys immune defenses.

  4. **prostafense**

    ProstAfense is a premium, doctor-crafted supplement formulated to maintain optimal prostate function, enhance urinary performance, and support overall male wellness.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?